Buku Menjejak Andalusia ditulis Ibrahim Khalilul Rohman berdasarkan pengalamannya saat mukim di Sevilla, Spanyol karena alasan pekerjaan. Di sana ia berkenalan dengan komunitas penganut Islam di Masjid Sevilla. Orang Spanyol mulai tertarik masuk Islam setelah tahun 1970-an. Saat ini, muslim yang ada merupakan generasi kedua.
Masjid Sevilla masih berupa 1/3 bangunan semi permanen di basement apartemen dan hanya berkapasitas 100 orang. Komunitas ini berupaya untuk membangun Islamic Center di Sevilla. Donasi yang datang antara lain dari pemerintah Malaysia. Penulis buku ini meyakinkan mereka agar berkunjung ke Indonesia untuk memperoleh bantuan.
Akhirnya mereka memang datang ke Indonesia. Salah satu acara yang mereka datangi adalah Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier.
Luis Ibrahim Hernandez, adalah mantan model internasional yang menjadi Ketua Yayasan Pembangunan Masjid Sevilla. Ibrahim berusia menjelang 35-an saat bersua dengan penulis buku. Ia tidak segan-segan untuk bertindak sebagai marbot masjid, seperti membetulkan pintu WC dan mengecat.
Iklan-iklan yang pernah dibintanginya antara lain Ferrari, Nokia, Air France, Korean Air dan lain-lain. Beberapa agensi masih mengejarnya untuk mau menjadi model lagi. Namun ia sudah menyerahkan hidupnya untuk mengurus masjid. Sehari-hari ia memperoleh nafkah dari menjual kerajinan perak yang dibuatnya sendiri.
Pada saat Orde Baru masih berkuasa, ada beberapa pejabat negara yang berkunjung ke rumah K.H. Abdul Hamid untuk mengajak beliau masuk ke dalam partai pendukung . . .
Awalnya, beliau adalah gadis keturunan keluarga Imran. Beliau menjadi istri Fir’aun tidak terjadi begitu saja. Fir’aun adalah raja yang lalim di Mesir. Setelah ditinggal istrinya, . . .


