Apa yang ditanyakan Kaisar Hirohito di Jepang setelah kekalahan mereka dalam Perang Dunia II telah sering dikutip dan diceritakan kembali. Konon, setelah Nagasaki dan Hiroshima dibom dan hancur lebur, sang Kaisar mengumpulkan semua jenderal yang masih hidup dan bertanya, “Berapa jumlah guru yang tersisa?” Para jenderal bingung dan menegaskan bahwa mereka masih bersedia menjaga Kaisar dan melindunginya, bahkan kalau perlu mati demi Kaisar; apa kaitannya dengan guru?
Kaisar yang bijaksana itu berkata, “Kita telah kalah, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang, tapi kita tidak tahu bagaimana cara mencetak bom sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak belajar, bagaimana kita dapat mengejar dan mengalahkan mereka? Jadi, mari kumpulkan semua guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita semua akan bertumpu, bukan pada kekuatan pasukan.”
Sumber:
- buku “Memanggil Manusia Guru” karya Andrias Harefa
- Foto
Bung Karno boleh berkehendak, sedangkan Fatmawati boleh menolak, tapi Tuhan adalah Sang Mutlak. Takdir pun digoreskan sejak dulu yang mengatakan bahwa keduanya akan dipertemukan kembali . . .
Ini merupakan kisah Kiai Saifuddin Zuhri terkait kebijakan Presiden Soekarno yang lebih memilih merampungkan pembangunan Monumen Nasional (Monas) daripada Masjid Istiqlal. Saat itu, sebagai Menteri . . .


