Aku tertarik dengan cerita wayang karena unik dan impossible untuk ditemui di dunia nyata. Seperti yang saya sadur dari buku “Wanita di Mata Seniman” karya Artha Kusuma ini:
Bila wanita takut untuk dimadu, itu masalah biasa. Tetapi bila wanita minta untuk dimadu, ini baru luar biasa! Bagi wanita-wanita yang takut dimadu sudah pasti asosiasi pikiran para wanita itu bakal didatangkan madu oleh suaminya yang jauh lebih muda, lebih seksi dan agresif. Bila kita telusuri hati seorang wanita, wanita mana yang rela dimadu. Sang suami pun tidak mudah mencari istri muda bila tidak berbekal kantong tebal dan telinga tebal!
Lain wanita lain sudut pandang, lain pula pendapatnya bila dicarikan madu. Arjuna Sasrabahu adalah seorang yang memiliki istri nan cantik jelita. Betapa tidak, Arjuna Sasrabahu adalah jelmaan Batara Wisnu sementara Diah Citrawati adalah jelmaan Dewi Sri. Kehadiran Arjuna Sasrabahu dan Dewi Sri, tak ubahnya Dewi Asmara Kamajaya dan Ratih. Tapi kenapa Diah Citrawati mendambakan madu sebanyak delapan ratus putri raja? Hal ini tidak lain dikarenakan rasa percaya diri sang Diah Citrawati bahwa ia memiliki keanggunan, kecantikan yang tiada bandingnya di Mayapada ini. Bagi raja perkasa yang sakti mandaguna, jelas permintaan Diah Citrawati memerlukan waktu untuk mendapatkan delapan ratus wanita-wanita cantik para putri-putri raja bawahannya.
Begitu keinginan Diah Citrawati terpenuhi, ternyata kecantikan para putri-putri raja yang berjumlah delapan ratus permaisuri itu laksana gemerlap bintang di langit. Begitu Diah Citrawati hadir dan berkumpul bersama madunya, maharaja Arjuna Sasrabahu terkesima menatap kecantikan Diah Citrawati. Laksana rembulan di antara bintang-bintang hingga semua bintang jadi temaram.
Sumber Foto
Ada seekor anjing yang baru saja mencuri sepotong daging. Ia berlari menghindari kejaran pemiliknya. Si anjing memutuskan melewati jembatan dan menyeberangi sungai agar tidak bisa . . .


