Dewi Banowati mempunyai hubungan yang khusus dengan Arjuna. Ketika mereka masih remaja, Banowati pernah menaruh hati dan mengharapkan cinta Arjuna. Arjuna pun menyambutnya. Sesungguhnya hubungan mereka telah direstui Prabu Salya. Sayang hubungan mereka kandas di tengah jalan. Arjuna telanjur dijodohkan dengan Dewi Sumbadra, sedang Banowati segera dilamar Duryudana.
Uniknya, ketika Duryudana akan menikah, Arjunalah yang menolong Duryudana untuk mendapatkan bebana (mas kawin) yang diminta Banowati. Permintaannya ialah seekor gajah putih berpawang putri. Bahkan hanya bersedia dirias jika yang merias Arjuna. Selanjutnya diceritakan dalam beberapa kesempatan Arjuna menjalin perselingkuhan dengan Banowati.
Cinta Banowati kepada Arjuna disambung sehabis perang Bharatayuda. Banowati takluk pada Pandawa, bahkan bersedia diperistri Arjuna. Tingkah laku Banowati yang demikian itu membuat sakit hati Aswatama. Akhirnya Banowati dibunuh Aswatama sewaktu sedang tidur nyenyak. Inilah balas dendam Aswatama terhadap Banowati yang dianggap melecehkan Prabu Duryudana dan merendahkan martabat seorang raja dan negara.
Sumber:
- buku “Enneagram dalam Wayang Purwa” karya Prof DR. KDRMT John Tondowidjojo, CM
- Gambar
Carok
Dalam budaya Madura, jika seorang istri selingkuh, maka hukumannya (istri dan selingkuhannya) adalah dibunuh atau carok karena dianggap aib keluarga. Itulah sebabnya sering kali munculnya . . .
Putri dari seorang permaisuri sudah pasti mendapat strata yang lebih tinggi dibandingkan putri-putri lainnya, bahkan yang sepantaran sekalipun tetapi lahir dari istri selir. Dalam bahasa . . .


