Putri dari seorang permaisuri sudah pasti mendapat strata yang lebih tinggi dibandingkan putri-putri lainnya, bahkan yang sepantaran sekalipun tetapi lahir dari istri selir. Dalam bahasa Jawa, permaisuri seringkali disebut dengan kata prameswari atau garwa padmi, yang berarti istri utama, sedangkan selir disebut dengan kata garwa ampil atau ampeyan, yang berarti istri sisihan atau gundik (Poerwadarminta, 1939). Dari sini, seorang istri utama, pada umumnya mendapat kepastian posisi yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, kecuali ada kasus serius yang mengakibatkan kedudukannya dapat diambil, sedangkan selir masih harus menghadapi kekhawatiran akan diceraikan atau tidak lagi dihiraukan oleh raja, dan lebih parah lagi dikembalikan ke asalnya.
Sumber:
- buku “Interseksi Gender“
- Foto
Banowati
Dewi Banowati mempunyai hubungan yang khusus dengan Arjuna. Ketika mereka masih remaja, Banowati pernah menaruh hati dan mengharapkan cinta Arjuna. Arjuna pun menyambutnya. Sesungguhnya hubungan . . .
Dalam budaya Madura, jika seorang istri selingkuh, maka hukumannya (istri dan selingkuhannya) adalah dibunuh atau carok karena dianggap aib keluarga. Itulah sebabnya sering kali munculnya . . .


