Pada suatu waktu, seorang raja dari sebuah kerajaan sedang memikirkan anak semata wayangnya, dia berharap agar pangeran ini bisa memimpin kerajaan setelahnya dengan baik. Namun harapan sang Raja ini sedikit kandas karena anaknya tidak punya gairah dan jiwanya lemah. Sang Raja berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini, kemudian dia terpikir sebuah ide yang tidak lama langsung dieksekusinya.
Sang Raja mengirim beberapa budak wanita dan penyanyi, dengan harapan pangeran akan jatuh cinta pada salah satunya. Perkiraan Raja benar, ternyata pangeran jatuh cinta pada salah satu dari wanita yang hadir. Raja bahagia dengan berita itu, kemudian tanpa sepengetahuan dari pangeran, dia mengirim surat pada wanita itu, agar dia berkata kepada pangeran. “Aku hanya ingin bersama dengan seorang raja atau seorang yang berilmu.” Mendengar itu, sang pangeran langsung giat belajar dan mempelajari semua hal terkait kerajaannya, hingga akhirnya ia mahir dalam menjalankan pemerintahan di kerajaannya.
Cinta adalah energi, ialah yang menggerakkan pangeran agar mau belajar mengelola kerajaan. Kedudukan cinta bagi ruh seperti kedudukan makanan bagi tubuh. Jika ditinggalkan maka membahayakan, namun jika terlalu banyak juga bisa membunuh.
Sumber:
- buku “Bukan Cinta Pink” karya Irawan Dani
- Foto
Perbuatan zina mengacaukan segalanya. Baik diri orang yang berzina, keluarganya, saudara-saudaranya, bahkan masyarakat sekitar tempat ia tinggal. Ia merenggut kebahagiaan suatu keluarga yang menjadi cita-cita . . .
“Dari Abdullah bin Abbas r.a. ‘berkata Rasulullah saw., ‘Perempuan yang telah janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan perempuan yang masih perawan dimintai izin . . .


