Cinta akan menghapus segala sesuatu dalam hati,Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah
kecuali kekasih yang dicinta itu sendiri.
Hati hanya mampu diisi oleh satu cinta saja, tidak mungkin ada dua cinta dalam satu hati. Seperti tidak mungkin ada dua Tuhan di alam semesta.
Pada awalnya, hati akan cenderung pada dua atau tiga, bahkan banyak cinta. Namun pada akhirnya, hati akan menyimpan satu kecintaan yang terbesar pada satu dzat saja. Itulah dzat yang menurut hati akan mampu memberikan kenikmatan yang paling lezat, dialah yang akan menjadi cinta sejatinya. Cinta ini akan menghilangkan jenis cinta yang lainnya, seolah yang lain tidak mampu memberi kelezatan, seolah yang lain tidak lagi penting, seolah hidupnya akan baik-baik saja saat kehilangan cinta yang lain itu. Karena hati hanya bisa diisi oleh satu cinta sejati saja, tidak bisa diisi oleh banyak cinta. Maka ijinkan aku bertanya, siapakah yang ingin kau jadikan cinta sejati? Yang membuatmu rela menghilangkan cinta lainnya demi satu cinta itu?
Belum menjadi cinta sejati, jika kamu masih belum rela menghapus cinta lainnya demi satu cinta itu. Belum menjadi cinta sejati jika kamu masih mendua, mentiga, dan seterusnya. Karena cinta-cinta itu akan bertarung memperebutkan hati, lalu membingungkan jiwa saat kedua hal yang dicintai itu bertentangan.
Maka hai para pecinta, relakah kamu menghapus cinta yang lain selain cinta sejati itu?
Sumber:
- buku “Bukan Cinta Pink” karya Irawan Dani
- Foto
Perbuatan zina mengacaukan segalanya. Baik diri orang yang berzina, keluarganya, saudara-saudaranya, bahkan masyarakat sekitar tempat ia tinggal. Ia merenggut kebahagiaan suatu keluarga yang menjadi cita-cita . . .
“Dari Abdullah bin Abbas r.a. ‘berkata Rasulullah saw., ‘Perempuan yang telah janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan perempuan yang masih perawan dimintai izin . . .


