Secara tidak sengaja saya menjumpai sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Mereka saling membentak dengan suara yang keras. Urat leher mereka kelihatan, mata mereka saling menatap dengan tidak ramah, dan sesekali makian kecil keluar dari mulut mereka.
Saya pun bertanya dalam hati, “Kenapa mereka harus saling berteriak saat mereka bicara?” Jarak di antara mereka begitu dekat, berbicara dengan suara yang kecil pun pastilah terdengar.
Sekalipun dekat, ternyata mereka tidak menyatu. Sekalipun tanpa jarak, mereka tetap terpisah. Hal ini yang membuat pertengkaran di antara pasangan sering muncul. Mereka tidak memiliki cinta.
Tanpa cinta, betapapun dekatnya kita dengan seseorang, tetap ada jarak yang memisahkan. Betapapun kerasnya kita berteriak, perkataan kita tidak akan mudah untuk didengar dan dimengerti. Marilah menumbuhkan cinta dengan sebanyak mungkin orang. Cinta itu memudahkan kita bertutur dan berbagi kisah dan kehidupan.
Sumber:
- buku “Momen Inspirasi 2” karya Imanuel Kristo
- Foto
Perbuatan zina mengacaukan segalanya. Baik diri orang yang berzina, keluarganya, saudara-saudaranya, bahkan masyarakat sekitar tempat ia tinggal. Ia merenggut kebahagiaan suatu keluarga yang menjadi cita-cita . . .
“Dari Abdullah bin Abbas r.a. ‘berkata Rasulullah saw., ‘Perempuan yang telah janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan perempuan yang masih perawan dimintai izin . . .


